N3, Payakumbuh - Walikota Payakumbuh, diwakili Asisten Administrasi Umum, Drs. Iqbal Bermawi, M.Si, bertempat di Aula Kantor Walikota Payakumbuh Baru, eks Lapangan Poliko Payakumbuh, Rabu (15/03-2017), membuka secara resmi Sosialisasi Tanggap Bencana untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), dihadapan Kasi. Trantib Kecamatan dan Lurah se Kota payakumbuh.
 
Kegiatan yang bertema ‘Melalui Sosialisasi Daerah Rawan Bencana Kita Tingkatkan Peran Serta ASN dalam Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat ‘, Walikota mengatakan, peran Lurah dan Kasi. Trantib Kecamatan dalam membangkitkan partisipasi masyarakat dalam tanggap bencana sangat dibutuhkan. “Kepiawaian Pak Lurah bersama Trantib Kecamatan sangat menentukan penangulangan dan tanggap bencana ke depan. Karena, dirasakan saat ini, partisipasi masyarakat tersebut sangat kurang. Sangat tidak mungkin, kalau setiap bencana yang terjadi, harus menunggu penanganan pemerintah. Masyarakat perlu berpartisipasi aktif,” ungkap Iqbal Bermawi.
 
Ditambahkan Iqbal, meski secara umum tingkat kebencanaan di Payakumbuh rendah, bukan berarti harus lengah dan tidak peduli. Dan diharapkan dari sosialisasi yang hampir tiap tahun dilaksanakan sejak 2015 ini dapat terus meningkatkan pengetahuan kesadaran peserta dalam penanggulangan bencana.
 
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh, Ir. Yufnani Awai, MM mengingatkan, bahwa berbicara tentang bencana, tidak ada matinya. Tidak boleh lengah. “Bila bicara bencana, kita harus berpikir terbalik. Kita harus mempersiapkan masyarakat sejak dini, sebelum bencana itu terjadi. Sampai saat ini, Payakumbuh telah memliki 10 (sepuluh) KSB (Kelompok Siaga Bencana). Dan direncanakan akan membentuk 10 lagi KSB tahun mendatang,” papar Yufnani Awai.
 
Dalam kesempatan itu ditampilkan narasumber dari BPBD Provinsi Sumatera Barat dengan topik ‘Peran Pemerintah Daerah dalam Penanggulangan Bencana’,  BPBD Kota payakumbuh dengan topik ‘Penanggulangan Bencana’ dan dari perwakilan NGO dengan topik ‘Meredam Risiko Bencana’. (Rahmat Sitepu)
 
Top