N3, Limapuluh Kota ~ Sebagai bank yang tumbuh bersama rakyat, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari pasti bersama rakyat saat duka. Hal itu pulalah yang terlihat saat bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Limapuluh Kota. Bank Nagari hadir memberikan bantuan untuk meringankan beban korban, di Kantor Bank Nagari Cabang Pangkalan.

Direksi Bank Nagari yang diwakili Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan (Sekper) Mardiah, menyerahkan bantuan makanan dan minuman seperti mie instan, air mineral dan makanan ringan. Bantuan langsung diterima Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, disaksikan Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim dan rombongan.

Mardiah yang bertugas sejak 1 Maret ini menyebutkan, bencana alam yang terjadi di Limapuluh Kota telah menggugah simpati semua orang. Termasuk Bank Nagari yang sejatinya adalah milik pemerintah dan rakyat Sumbar. Karena itulah, mereka bersama DPRD Sumbar memberikan bantuan. Ke depan, bantuan akan terus diberikan.

”Kami turut berduka dengan bencana yang merenggut 6 nyawa dan korban luka-kuka ini. Semoga semua keluarga korban tabah menghadapinya, dan semua bisa kembali baik seperti sedia kala. Karena cuaca masih ekstrem, hujan terus turun, semua masyarakat tetap waspada,” sebut Mardiah didampingi Humas Bank Nagari, Afrizon.

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan menyebutkan, bantuan terus mengalir dari berbagai penjuru. Termasuk dari Bank Nagari yang bisa meringankan beban korban. “Terima kasih kepada direksi Bank Nagari dan semua karyawan yang telah memberikan bantuan,” sebut Buya—sapaan akrabnya.

Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim menyebutkan, penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota diharapkan dilakukan secara optimal. Semua pihak, hendaknya mengerahkan seluruh kemampuan agar penanggulangan bisa dilakukan secepat mungkin. Selain itu, penanganan jangan hanya pada saat kejadian, tetapi harus dilakukan secara tuntas agar bencana tidak terus berulang.

Ia meminta, seluruh pihak terkait agar melakukan penanganan secara cepat, tepat dan terencana. ”Penanganan harus cepat, tepat dan terencana. Pihak terkait harus kerahkan seluruh kemampuan dan penanganan harus tuntas, jangan hanya pada saat kejadian,” katanya.

Seperti diketahui, banjir dan longsor melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (2/3) lalu. Bencana ini selain menimbulkan korban jiwa juga membawa dampak ekonomi yang tidak sedikit. Sarana infrastruktur, permukiman dan lahan pertanian rusak.

Hendra mengingatkan, pemerintah daerah kabupaten dan pemerintah provinsi segera menurunkan bantuan yang diperlukan untuk masyarakat korban bencana. Pemerintah daerah jangan ragu menggunakan anggaran tanggap darurat yang sudah disediakan.

Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota terjadi pada 25 titik terdiri dari 13 titik longsor dan 12 titik banjir. Longsor tersebar pada 9 titik di Kecamatan Pangkalan, sedangkan banjir tersebar pada 7 kecamatan dengan titik banjir tertinggi mencapai 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan.

Banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban dan sungai Batang Harau di Kecamatan Harau. $$

Cuplikan Berita

 
Copyright © Nusantaranews All Right Reserved