N3, Limapuluh Kota - Bantuan dalam bentuk makanan, pakaian, obat-obatan serta peralatan laninya terkendala sampai ke korban yang membutuhkannya karena faktor akses jalan masuk melalui darat. Disebabkan oleh putusnya jembatan, tertutupnya jalan akibat longsor, serta kondisi jalan yang rusak parah akibat banjir.

Inilah yang jadi bahan pokok diskusi di Posko Siaga Bencana yang berada depan bekas kantor Bupati Lama. Dalam diskusi itu hadir semua OPD, Forkopimda, unsur BPBD, LSM serta Relawan, Senin (6/3). Diskusi yang di pimpin oleh Kapolres 50 Kota AKBP Bagus Suropratomo menitik beratkan hal yang krusial yang mesti di laksanakan untuk mengantsipasi hal-hal yang terjadi pasca bencana banjir dan tanah longsor. Rencananya akan dibentuk tim taktis tanggap bencana yang anggotanya direkrut dari semua unsur dan akan bekerja ekstra cepat dan tepat.

“Pertama kita akan menginventarisir semua permasalahan yang dihadapi korban di semua titik bencana, dengan begitu kita dapat mengambil tindakan secepatnya dan setepat-tepatnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan”, tegas Bagus.

Menurut informasi yang di dapat www.nusantaranews.net dari Posko Siaga Bencana Kabupaten Limapuluh Kota bahwa bantuan helikopter sudah standby di Padang. ”Apabila memang daerah tersebut tidak bisa dijangkau melalui darat maka kebutuhan akan helikopter untuk membawa bantuan akan kita laksanakan”, ujar Kapolres.

Turut hadir Bupati Limapuluh Kota Irfendi yang mewanti-wanti OPD untuk berperan aktif sesuai fungsinya. “Siapa yang siap untuk tugas mulia ini silahkan maju dan apabila tidak sanggup silahkan mundur”, tantang Irfendi.(Rahmat Sitepu)
 
Top