Nusantara ~ Baru dilantik sebabagai Presiden ke 45 Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari kemarin, Presiden Donald Trump telah mengguncang dunia dengan sejumlah kebijakan kontroversialnya, termasuk pelarangan warga Muslim dari 7 negara.

Tidak terkecuali bagi Zionis Israel yang menyambut gembira era Donald Trump, yang dianggap sebagai sosok problem solving bagi pemerintahan Netanyahu untuk menyabotase wilayah Palestina.

Tercatat dalam 11 hari Zionis Israel telah mengumumkan pembangunan lebih dari 6 ribu pemukiman Yahudi yang tersebar di wilayah Tepi Barat dan Al Quds. Berikut catatannya:

1. Minggu 20 Januari 2017 pemerintah Zionis Israel mengumumkan pembangunan 556 pemukiman Yahudi di Al Quds timur. Pengumuman ini hanya berselang 2 hari dari inagurasi Donald Trump.

2. Berselang 2 hari setelah pengumuman pembangunan 5 ratusan pemukiman Yahudi, Selasa 22 Januari PM Benjamin Netanyahu dan Menhan Avigdor Lieberman mengumumkan pembangunan 2.500 unit pemukiman baru di wilayah Tepi Barat.

3. Kamis 26 Januari 2017, pemerintahan kota pendudukan Yerusalem Zionis Israel mengizinkan pembangunan 153 unit pemukiman Yahudi baru di lingkungan timur Al Quds.

4. Dan yang terakhir pada 1 Februari kemarin penjajah Zionis Israel kembali mengumumkan pembangunan 3 ribu unit pemukiman Yahudi baru di wilayah Tepi Barat. 
 
Top