N3, Tarakan ~  Terkait terjadinya krisis pemadaman listrik yang meresahkan masyarakat, akhirnya Walikota Tarakan Sofian Raga angkat bicara, kepada wartawan www.nusantaranews.net ia menegaskan bahwa ia telah memanggil dan melakukan hearing dan meminta PT. PLN secepatnya menyelesaikan permasalahan pemadaman bergilir tersebut dengan cepat.
 
Walikota Tarakan melalui Asisten Pembangunan Kota Tarakan Jamaludin kepada Wartawan bahwa pemerintah kota Tarakan siap memberikan dukungan agar pemadaman di kota Rarakan dapat diselesaikan secara tuntas.
 
"kita tadi sudah berkoordinasi dengan PLN agar permasalahan PLN dapat di selesai dengan cepat, masyarakat sudah resah akibat pemadaman bergilir, jika permasalahan di Bunyu mengakibatkan pasokan gas berkurang dari Pertamina, jika dibutuhkan prosedural dalam surat menyurat pemerintah kota Tarakan Siap membantu, yang penting PLN handal, alasan gas bermasalah dari perut bumi kami Panggil Humas Pertamina dari Bunyu, sudah dan dikatakan Stok gas Pertamina Bunyu Berlimpah, memang terjadi masalah"  Terang Jamaludin.
 
Jamaludin mengakui Pemerintah Kota Tarakan, Mayarakat dan pelaku ekonomi di Tarakan resah, akibat dari pemadaman listrik terhadap masyarakat dan pengusaha pemerintah kota Tarakan terus berupaya mencarikan solusi yang cepat, sehingga pemadaman kedepannya bisa diminimalisir, pemadamannya hingga berangsur normal.
 
"hari ini kita kedatangan Dirjen Migas dari pusat juga, nanti kita mohon bantuannya agar permasalahan listrik dan penyaluran gas rumah tangga dapat berjalan dengan baik, yang jelas pemerintah kota tidak diam" terang Jamaludin.
 
Humas Pertamina Pulau Bunyu Wahyu mengatakan bahwa memang belakangan ini pendistribusian gas dipulau Bunyu sedang ada masalah dari perut bumi, akan tetapi sudah mulai lancar 3 hari kemarin.
 
"memang sedikit terhambat dalam pendistribusian gas tersebut karena dari perut bumi, akan tetapi susah lancar dalam waktu 3 hari ini" terang Wahyu.
 
Ketika wartawan mempertanyakan adanya pembayaran yang tidak lancar dilakukan oleh PLN kepada Pertamina, dirinya tidak mengetahui, menurut Wahyu Pembayaran Tersebut urusan Pusat dengan PLN Persero.
 
Saat didesak tentang permasalahan PLN adanya isu tidak terpenuhinya kewajiban Utang Gas kepada PT Pertamina dan Perusahaan Idek, Manager PT PLN Persero (Unit Layanan Khusus) ULK Totok memilih bungkam, dan diam seribu bahasa. Reporter Bonar Sahat
 
Top