Walaupun pilkada baru usai namun suasana kebatinan pilkada di ibukota negara begitu terasa sampai ke daerah. Beragam tanggapan rakyat daerah menyikapinya sesuai porsinya masing-masing.
 
Seperti Afrizal, warga Kecamatan Padang Selatan begitu tekun nonton TVOne. Dia mengikuti hasil lembaga survey PolMark Indonesia dan pihak TVOne juga menampilkan lembaga survey Indikator Indonesia. Dia begitu yakin jagoannya Agus-Silvi akan menang satu putaran.

Namun pendukung Ahok-Djarot yang duduk pula pada meja lain di warkop yang sama di Kawasan Kampung Pondok Padang menyanggah klaim kubu lawannya bahwa hingga saat ini kita belum bisa mengklaim suatu kubu menang karena belum ada pengumuman resmi dari KPU dan beberapa lembaga survey yang kapabel masih belum mengeluarkan hasil survey sementara mereka, kata Liang mencoba menetralisir keadaan.

Sementara kubu Anis-Sandiaga sudah gembira karena berdasarkan ekspose berita tv jagpan mereka menang. Tentunya hasil survey tersebut masih belum bisa menjadi indikator tetap tentang siapa paslon yang menang pada Pilkada DKI 2017 ini dikarenakan suara yang masuk masih baru sekitar 0,25% suara di seluruh TPS di DKI Jakarta

Walaupun saat ini masih dalam proses hitung, namun lembaga survey PolMark Indonesia telah mengeluarkan hasil suara sementara. Dilansir dari TVOne secara live, berdasarkan hasil yang telah terkumpul sebanyak 0,25% suara warga DKI, Paslon Anies-Sandi unggul sementara dengan hasil sebesar 39,69% suara.

Diperingkat nomer 2, Paslon Ahok-Djarot dengan hasil sebesar 32,06% suara dan diperingkat terakhir ada Paslon Agus-Sylvi dengan hasil sebesar 28,24% suara.

Lembaga survey PolMark Indonesia menyatakan walaupun seluruh TPS di DKI barusan di tutup, mereka sudah punya data sementara berdasarkan survei dilapangan dengan warga yang ingin suaranya secara diam-diam ingin di hitung sehingga bila seluruh suara tersebut di kumpulkan akan muncul hasil survei dengan jumlah yang sudah ditampilkan.

Apapun hasilnya, kata Hongky, salah seorang tokoh masyarakat Pondok, sebagai warga yang baik seharusnya kita netral menyikapinya. Yang kita tunggu itu hasil penghitungan KPU. Siapapun yang menang harus kita dukung dan siapa yang kalah harus menghormatinya. Semua unsur harus bersama-sama membangun negara Indonesia menuju kemakmuran. $$
 
Top