N3, Padang ~ Kondisi pasar semakin kacau dengan hujan yang sering turun belakangan. Jalan berlobang membuat kondisi semakin runyam. Hal ini diperparah dengan banyaknya pedagang yang turun berjualan dipinggir jalan, sehingga tempat yang telah disediakan oleh pemerintah Kota Padang ditinggalkan begitu saja, dengan alasan terlalu jauh dan tidak ada jual beli.

Mice, seorang ibu rumah tangga yang ingin belanja mengungkapkan kegusarannya. Yang saya salahkan bukannya Pemko Padang, tetapi para anggota dewan terhormat (DPR) yang sama sekali tidak melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah.

Seyogianya, mereka segera menyikapi dan menampung aspirasi para pedagang, mengapa cuma bertahan untuk berjualan hanya beberapa hari saja dan saat ini kembali turun ke jalan. 

"Saya selalu mengikuti perkembangan Kota ini melalui pemberitaan. Para wakil rakyat sering dinas luar dan belum menghasilkan produk hukum apa-apa atau Ranperda inisiatif sejak dilantik tahun 2014".

Ironisnya, Sony Pratama pengunjung lain turut menimpali, sekarang mereka saling melaporkan ke polisi soal dugaan tindak pidana yang mereka lakukan. Kapan lagi mereka mengurus rakyat kota ini. Dan apabila diambil persamaan, maka kondisi Pasar Raya saat ini sama dengan kondisi yang ada di DPRD Padang, sama sama kacau, ucap Son dengan senyum.

Padahal Pemerintahan Kota Padang dibawah kepemimpinan Mahyeldi-Emzalmi sudah menggelontorkan program Padang Bersih dan Perda Sampah yang sudah diterapkan di tengah masyarakat. 

Menanggapi persoalan yang berkembang, Dinas Pasar Kota Padang telah mempersiapkan jurus-jurus jitu yaitu dengan penambahan Kontainer sampah sebanyak delapan unit lagi pada 2015 ini yang mana pada 2014 sudah ada sebanyak 10 unit, jadi sekarang berjumlah 18 unit kontainer sampah.

“Kita akan selalu dukung dan Komit dengan program dan kebijakan dari Walikota,” ujar Kadis Pasar  Endrizal Darmawi.

Adapun 18 kontainer sampah ini disebar pada Pasar induk yaitu Pasar Raya Padang dan delapan pasar pembantu di Kota Padang yaitu : Pasar Tanah Kongsi, Pasar Ulak karang, Pasar Siteba, Pasar Alai, Pasar Bandar Buat, Pasar Lubuk Buaya, Pasr Belimbing dan pasar Simpang Haru.

Kadis Pasar Kota Padang  juga menyampaikan, disemua Pasar tersebut juga dibuatkan tanaman hias agar menambah keindahan dan keasriannya,” Pasar-pasar tersebut akan terlihat indah dan asri kita buatkan taman-taman dan tanaman hias tentu akan menambah kenyamanan para pengunjung dan para pedagang yang berjualan. Dan hal ini akan diharapkan menambah nilai plus bagi tim penilai Adipura nantinya,” papar nya.

Untuk mensukseskan program ini, kami menyiapkan 130 (Seratus Tiga Puluh) orang petugas. Dan pengawasan di optimalkan untuk menciptakan pasar yang bersih dan asri langsung di bawah komandonya.

Akhir kata, Kadis Pasar Kota Padang mengharapkan kerjasama yang baik dari pedagang dan pengunjung pasar agar dapat mendukung kebijakan yang sudah digariskan Walikota ini, “ Kalau kegiatan ini tidak didukung oleh masyarakat terutama pedagang dan pengunjung pasar tentu tidak dapat  berjalan dengan baik. SS
 
Top