Nusantara ~ Selama beberapa dekade terakhir, manusia telah mengikis debu dan tanah Planet Mars untuk sejumlah alasan ilmu pengetahuan yang berbeda, termasuk pencarian air di planet yang jauh.
Para peneliti baru-baru ini telah menemukan air tapi bukan di planet terdekat Bumi atau pun di Mars. Faktanya, planet yang memiliki air dalam temuan tersebut tidak termasuk di dalam sistem tata surya yang dihuni bumi dan tujuh planet lainnya.

Planet yang dinamakan 51 Pegasi B itu jaraknya 50 tahun cahaya (sekitar 473 triliun kilometer) dari bumi. Karena jaraknya yang sangat super jauh itu, kemungkinan besar manusia tidak akan pernah bisa mengunjunginya sama sekali. Penemuan tersebut dipresentasikan pada makalah yang diterbitkan dalam situs arXiv.org akhir Januari silam.

Para peneliti mengambil pendekatan baru dalam mendeteksi air di planet yang jauh. Yakni menggunakan Teleskop Sangat Besar (VLT) di Cile--instrumen optik paling canggih di dunia--untuk mengamati planet tersebut dalam kurun waktu empat jam. Teleskop menyerap cahaya terang yang dilepaskan planet tersebut saat bergerak menjauh dan mendekati Bumi ketika mengorbit, tim peneliti mampu mengidentifikasi atmosfir planet dan mendeteksi keberadaan air.

Planet 51 Pegasi B dijuluki Planet “Hot Jupiter”. Hal ini mengacu pada planet yang mengorbit lebih dekat dengan matahari dibanding Jupiter dalam Galaksi kita dan memiliki suhu permukaan yang sangat panas.

Lalu apa arti penemuan itu bagi manusia di Bumi? Penemuan air pada jarak yang sangat jauh merupakan sesuatu yang mengesankan secara ilmiah. Dan metode seperti ini bisa digunakan di masa depan untuk membantu mengkonfirmasi kehadiran air di planet-planet yang jaraknya lebih dekat dari Hot Jupiter.

 
Top