N3, Padang ~ mungkin tak menyangka jika di dalam rokok yang dihisapnya terdapat bahan pelapis jalan (aspal) atau pelapis anti bocor. Merokok sama saja dengan menghirup aspal ke dalam tubuh.

Aspal jalan merupakan bahan kimia bersifat karsinogenik. Aspal terbuat dari campuran tar dan aspal minyak. Tar diperoleh dari hasil pengolahan batu bara. "Tar yang ada pada rokok itu sebenarnya merupakan bahan campuran untuk membuat aspal jalan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani.

Tar dan nikotin yang ada pada rokok adalah dua zat paling berbahaya diantara 4.000 jenis zat kimia lainnya. Dari sekitar ribuan racun, ada yang biasa dibuat untuk membuat roket pesawat, ada yang dibuat untuk mencuci darah dan sebagainya. Tar sendiri adalah zat yang akan menggumpal di dalam paru-paru dan membentuk cairan yang biasa digunakan untuk membuat aspal.

Tar yang digunakan untuk melapisi jalan sama dengan tar yang terdapat pada rokok dan partikel-partikel tar tersebut bisa menyebabkan tumbuhnya sel kanker. Selain itu tar juga menyebabkan penumpukan zat kapur, nitrosmine, B-naphthylamine, kadmium dan nikel. "Dalam bentuk padat, tar berwarna coklat dan merupakan substansi lengket yang berada di belakang bagian filter rokok," terang Feri Mulyani.

Tak ayal, setiap perokok berat kerap mengalami kecoklatan pada gigi. Tar telah menyebabkan gigi coklat dan membuat semua jaringan yang dikenainya menjadi coklat pula.

Tar terdapat pada semua jenis rokok dan cenderung meningkat jumlahnya seiring dengan terbakarnya rokok. Hal itu berarti isapan terakhir rokok mengandung tar dua kali lipat dari jumlah isapan pertama. Tar yang diisap dari rokok akan merusak bulu-bulu getar (cilia) pada paru-paru sehingga meningkatkan risiko penyakit pernafasan seperti emfisema, bronkitis kronik dan kanker tenggorokan.

Sementara itu Pemerintah Kota Padang terus mengimbau warganya untuk berhenti mengkonsumsi rokok. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut cukup banyak dampak yang dialami para perokok. Diantaranya merusak kesehatan dan menjadi pecandu berat. "Rokok dapat merusak jaringan tubuh dan mengakibatkan kanker," ujar Mahyeldi.(Charlie Ch. Legi)
 
Top