Walikota Padang Datangi Pedagang “Urang Awak” Pasar Senen
(Laporan Charlie Ch. Legi / Zayadi dari Jakarta)
N3, Jakarta ~ Perhatian pun diberikan kepada pedagang yang baru saja terkena musibah kebakaran di pasar tersebut.

Sekitar pukul 18.00 Wib, Walikota Padang tiba di lokasi dan melihat langsung kondisi Pasar Senen yang sudah hangus terbakar. Tak ada lagi tempat untuk berjualan, semua ludes tak bersisa.

Para pedagang terlihat memilih bertahan di seputaran gedung Pasar Senen. Mereka berdagang di trotoar dan bahu jalan karena belum ada tempat memadai dan representatif bagi mereka.

Walikota nampak cukup prihatin. Mahyeldi menyalami satu-persatu pedagang sambil tetap memberikan semangat kepada pedagang di sana. Walikota pun berbaur bersama pedagang dan mendengar keluhan yang dialami setelah mendapat musibah.

Dari sekian banyak pedagang di Pasar Senen, pada umumnya adalah perantau asal Minang. Sebanyak 1.661 pedagang di Pasar Senen merupakan perantau Minang yang bertahan hidup di Jakarta.

Seorang pedagang asal Padang, Hendri Novel tak menyangka begitu melihat kehadiran Walikota Padang di Pasar Senen. Dirinya bersama pedagang asal Padang lainnya merasa dihargai atas kehadiran walikota di tengah-tengah mereka.

“Kami orang Padang betul-betul merasa dihargai, Pak Walikota sangat peduli kepada kami yang menjadi korban kebakaran di sini,” ungkap lelaki yang juga Ketua Forum Persatuan Pedagang Senen (Forsipas) Padang ini.

Hendri mengaku, kehadiran Mahyeldi di tengah-tengah pedagang Pasar Senen telah menambah spirit dan motivasi mereka yang sempat kendor setelah kebakaran melanda. “Dengan hadirnya Pak Wali menambah spirit kami bahwa kami tidak ditinggalkan,” sebutnya.

Saat itu satu-persatu pedagang “urang awak” menyalami Mahyeldi. Mereka mengucapkan terimakasih tak terhingga atas perhatian yang diberikan.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Pak Walikota yang telah hadir di tengah-tengah kami di sini, sangat luar biasa,” sebut Hendri dibenarkan para pedagang lain.

Walikota Padang mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa sanak saudara di rantau. Kebakaran ini menurut Mahyeldi sempat melumpuhkan perekonomian dan usaha para pedagang.

“Kami merasakan sekali apa yang telah menimpa saudara perantau kita di sini,” sebut Mahyeldi

Karena itu Mahyeldi menyebut bahwa hubungan antara ranah dan rantau tak boleh terpisah. Sebab itulah, Walikota Padang hadir di tengah-tengah pedagang dan menyampaikan rasa duka atas kejadian tersebut.

“Mudah-mudahan Pemerintah DKI memberikan prioritas kepada pedagang eksisting di sini dan mendapat tempat lebih baik,” harap Mahyeldi.

Mahyeldi mengimbau kepada seluruh pedagang asal Minang agar lebih solid, kompak dan saling bahu membahu. Serta membangun komunikasi dengan Pemerintah DKI dan perantau agar mendapat tempat yang lebih baik setelah ini.

“Allah SWT menyebut, ketika kita sabar maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik,” kata Mahyeldi.

Walikota Padang yakin, di mana saja pemerintah pasti akan memberi bantuan dan jaminan kepada warganya. Dan kurang elok pula rasanya jika pemerintah tidak memberikan jaminan dan perhatian kepada rakyatnya untuk hidup.

“Kami Pemko Padang selalu mendatangi setiap sanak saudara kita yang terkena musibah. Saya yakin dan percaya, pemerintah DKI akan memberikan perhatian lebih kepada pedagang di sini yang telah memberikan sumbangan perekonomian terbesar kepada pemerintah DKI,” ucap Mahyeldi.

Saat akan pulang, Walikota Padang bersama Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso, Kabag Umum Setdako Alfiadi, beserta rombongan lainnya memberikan ‘si tawa si dingin’ kepada para pedagang “urang awak” di sini. Pedagang pun tampak senang dan berucap syukur. Seperti diketahui, selama ini pedagang di Pasar Senen cukup berkontribusi terhadap perdagangan di Kota Padang. Hampir sejumlah barang yang dijual oleh pedagang eksisting di Padang dikirim melalui Pasar Senen.**
 
Top