Patroli Kapal MMEA di Perairan Langkawi
Nusantara ~ Sebuah kapal berisi 40 orang WNI tenggelam di perairan Malaysia. Sedikitnya sembilan WNI tewas, dan hampir 30 lainnya masih dinyatakan hilang.

Kapal ditemukan oleh warga setempat pada pukul 9.17 pagi waktu setempat, pada 23 Januari.

WNI yang selamat masih mengalami trauma berat sehingga belum dapat dimintakan keterangan lebih jauh. Seluruh korban telah dibawa ke RS Sultan Ismail, Joho Bahru.

Agensi Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) mengatakan telah menemukan jasad enam wanita dan empat pria serta menyelamatkan dua orang terkait kecelakaan tersebut. Sebanyak 29 korban masih belum diketahui nasibnya.

MMEA menyebut kombinasi antara kelebihan muatan dan cuaca buruk di lautan diyakini menyebabkan tenggelamnya kapal.

Terdapat serangkaian kecelakaan di perairan antara Indonesia dan Malaysia terkait kapal kelebihan muatan. Sebagian besar penumpang kapal adalah WNI yang ingin bekerja di pabrik dan perkebunan Malaysia.

Pada November, lebih dari separuh 101 penumpang tewas setelah kapal mereka menabrak karang dan tenggelam di perairan Batam.

Empat bulan sebelumnya, sebuah kapal tenggelam dalam rute menuju Batam. Otoritas Malaysia menemukan delapan jasad dan menyelamatkan 34 orang.

Kepolisian Malaysia menemukan 17 jasad pada Januari tahun lalu, setelah sebuah kapal berisi imigran gelap tenggelam di laut lepas.

Proses identifikasi terhadap korban kecelakaan kapal pembawa tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia masih terus berlanjut.
 
Top