N3, Padang ~ Sebagai anak bangsa yang hidup di Era sopan santun, taat, menghormati, menghargai, menjunjung tinggi adat dan budaya, menghormati tata krama dan pergaulan lainnya, sangat merasakan bahwa Indonesia sangat berbeda dengan daerah yang ada dibarat. Kebiasaan mengalah, menghargai jasa orang lain, menghormati hak milik orang merupakan gambaran betapa orang Indonesia merupakan bangsa yang sangat menjunjung tinggi budayanya.

Namun dengan pesatnya kemajuan teknologi dewasa ini, tentu interaksi sosial masyarakat sangat besar dari perkembangannya, terutama yang tinggal di perkotaan. Dimana masyarakat diseluruh dunia telah mampu berinteraksi dan memperoleh informasi dalam waktu singkat.

Ini dikatakan Walikelas 8/4 SMPN 3 Padang Erna Benta, kepada wartawan www.nusantaranews.net diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya kondisi demikian melahirkan suatu pembentukan budaya yang mempunyai dampak positif maupun negatif.

Dan dampak positifnya, berbagai informasi yang terjadi didunia kini telah dapat langsung kita ketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi). 

Dari dampak negatif yang ditimbulkan adalah terciptanya sifat dan sikap ketergantungan kepada teknologi yang semakin canggih sehingga banyak orang yang mulai melupakan nilai-nilai kebudayaan yang ada di Indonesia. Sebagai salah satu contoh, anak-anak zaman sekarang lebih senang bermain dengan gadget canggih dibandingkan dengan permainan tradisional yang merupakan salah satu kebudayaan Indonesia. 

Akibatnya anak-anak tersebut tidak dapat mengenal bahkan melestarikan budaya-budaya yang ada di Indonesia sejak dahulu.

Kita menyadari, perkembangan teknologi tak dapat kita hindari dan memang sangat diperlukan, karena banyak inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.

Akantetapi perlu diingat, bahwa perubahan ini begitu besar pengaruhnya terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun perdesaan. Apabila tidak disikapi dengan bijak, maka dapat menghancurkan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang berbudi luhur, dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia.

Untuk membentengi hal-hal yang merusak peradaban bangsa, maka salah satu upaya bijaksana dapat dilakukan, mengingatkan diri kita sendiri, keluarga dan juga masyarakat luas agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri kita sebagai manusia yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur.**
 
Top