N3, Kaltim ~
Warga sekitar Musala Siti Khadijah, Jalan AM Sangaji, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) dibuat heboh. Ns (11) siswi kelas V Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tenggarong, melakukan aksi ‘bakar-bakar’ di dalam musala.

Ironisnya, warga Gang Lumpur, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong ini membakar tiga kitab Alquran beserta perangkat salat seperti sajadah dan mukena, Selasa (10/1) sekitar pukul 09.00 Wita. Beruntung, api tidak sempat membesar karena berhasil dipadamkan.

Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen didampingi Kasat Reskrim, AKP Yuliansyah mengatakan, saat ini Ns sudah diperiksa oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Kukar. “Pelakunya perempuan di bawah umur, sementara alasan karena masjid dianggap kotor sehingga dibakar,” kata Fadillah.

Hanya saja, kasus ini masih didalami. Namun untuk motif, tidak ada motif lain. Ini masih didalami, ini sudah diamankan dan perlu waktu, sejauh ini nggak ada motif lain.

Ditanya soal proses hukum, kata dia, karena Ns ini masih di bawah umur sehingga ada hal-hal yang perlu didalami, termasuk kejiwaan Ns. “Kami tegaskan dengan kasus ini jangan sampai masyarakat berpikiran negatif,” bebernya.

Informasi yang dihimpun, selain membakar Alquran dan perangkat salat, Ns juga disebut-sebut melakukan pengrusakan pigura, mikrofon, lemari dan kotak amal. “Kita menemukan obeng, ini digunakan mencongkel kotak amal, perbuatannya itu terekam CCTV rumah warga sekitar,” terangnya.

Sebelumnya, Ns juga pernah berulah dengan membakar sampah beserta jemuran dan pakaian milik warga di Gang Rahmat RT 23, Kelurahan Melayu, Rabu (30/11/2016).

Kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan berdasarkan kesepakatan warga di hadapan petugas Satpol PP, Polsek Tenggarong. Pelaku lalu diantar pulang ke rumahnya di Gang Lumpur, Kelurahan Melayu, tidak jauh dari lokasi pembakaran tersebut.

Dari keterangan keluarganya, Ns pamit dari rumah untuk pergi ke sekolah di salah satu SD yang tidak jauh dari rumahnya. Namun, ternyata dari sekolah menginformasikan kalau Ns sudah tidak masuk selama satu bulan terakhir.

Setelah dikorek lebih dalam, ternyata Ns malu masuk sekolah lantaran kerap di-bully atau menjadi bahan ejekan teman-teman. Selain itu, Ns juga ada masalah keluarga. Ia mengaku tidak mendapatkan perhatian ayah kandungnya semenjak menikah lagi.
(Sumber:Koran)
 
Top