N3, Sumbar ~ Dalam upaya menjaga dan melestarikan benda-benda peninggalan cagar budaya yang bernilai nilai sejarah, siang ini UPTD Museum Adityawarman melalui kegiatan "Peduli Museum" melakukan ajakan kepada masyarakat, agar turut serta saling berperan aktif menjaga keutuhan dan pelestariannya.

Sesuai tugas dan fungsinya, peran dari pihak museum,  akan selalu memelihara dan merawat koleksi yang ada, serta siap menerima hibah peninggalan sejarah dari masyarakat sendiri.

Tentunya dengan catatan, bagi masyarakat pemberi hibah  akan diberikan semacam imbalan jasa, baik pemilik maupun penemu benda atau koleksi yang memiliki nilai historis, terang Kepala UPTD Museum Adityawarman, Noviyanti kepada wartawan usai acara sosialisasi Peduli Museum satu jam lalu.

Menurut Noviyanti, benda cagar budaya merupakan ruang kompleks keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemampuan kebiasaan lain yang diperoleh seseorang sebagai anggota ditengah masyarakat.

Namun seiring berjalannya waktu dan teknologi semakin canggih, rasa tanggungjawab sudah pudar terhadap pelestarian budaya. Masyarakat dirasa apatis dengan peninggalan budayanya dan cenderung membesar-besarkan cagar budaya orang lain daripada cagar budaya yang dimiliki sendiri. Padahal cagar kebudayaan yang dimiliki, mempunyai makna bagi perjalanan bangsa Indonesia. Maka dari itu kita wajib untuk menjaga dan melestarikannya. 

Tak lupa Noviyanti menghimbau dan mengajak kepada masyarakat yang memiliki benda-benda bersejarah, supaya bisa melaporkan penemuan atau kepemilikan benda bernilai sejarah, pada pihak museum agar segera dilakukan pendataan dan pelestariannya.

Sebelumnya museum juga pernah menerima titipan maupun pinjaman dari pemilik koleksi, seperti yang dilakukan pada pameran temporer sebelumnya, dimana beberapa koleksi yang dipamerkan merupakan pinjaman dari pihak kerajaan-kerajaan yang ada di Minangkabau.

Agar hal ini tidak terjadi lagi, maka diantara cara untuk penambahan koleksi museum, adalah dengan dilakukannya galian atau ekskavasi terhadap sebuah situs sejarah. "Apabila dari sebuah penggalian atau ekskavasi ditemukan benda-benda bersejarah, maka pemerintah akan segera memasukan dalam pendataan koleksi museum,". boboy
 
Top