N3, Padang ~ Perayaan Natal dan perayaan Tahun Baru 2017 di Sumatera Barat, mesti aman dan nyaman,  oleh karena itu jangan pernah lengah dari hal-hal yang kecil yang menyangkut stabilitas keamanan daerah. Diharapkan aparat penegak hukum, polri dan TNI serta instansi terkait melakukan tindakan pencegahan dini.

Hal ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat memberikan arahan pada acar Rapat Koordinasi Lintas Setoral dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017, di Mapolda Sumbar. Hadir dalam kesempatan itu, Kapolda Brinjend Basaruddin, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, Danlantamal II Laksma TNI Rudwin Thalib, S.E., Danlanud Sutan Syahrir, Kapolres se Sumatera Barat, MUI, Instansi terkait lainya.

Gubernur Irwan Prayitno menyatakan dalam sejarah belum ada terdengar ada etnik orang minang sebagai teroris karena memang tidak karakternya. Orang minang itu lebih suka dagang, berpikir bagaimana membawa keuntungan. Begitu juga terhadap kondisi masyarakat Sumbar rasa tidak akan pernah ada untuk terjadi teroris didaerah ini.

Jikapun ada orang sumbar menjadi teroris itu, mungkin orang dari Sumbar tapi bukan aslinya, contoh ada yang terjadi di Pasaman asli orang sumbar dari daerah transmigrasi, namun walaupun demikian kita mesti tetap waspada dan tetap menjalan fungsi keamanan ditengah-tengah masyarakat agar sebagai tindakan pengawasan dini dan ketahanan masyarakat di daerah, terang Irwan Prayitno.

Dalam menjalankan agama orang Sumbar itu, “ bagimu agama mu, bagi ku agama ku “.  Karena prinsip itu dirasa orang Sumbar tidak ada melakukan hal-hal menganggu kegiatan ibadah agama lain.

Untuk komunikasi sesame aparat mesti jalan secara koordinasi yang tak terputus, memanimalisir persoalan kecil sekalipun, kamtibmas dan babinsa mesti berjaga 24 jam.  Dan diharapkan Sumatera Barat menjadi pedoman bagi daerah  lain di Indonesia, tegas Irwan Prayitno.

Kapolda Sumbar Brigjend Basaruddin, SH.MH dalam kesempatan itu menyampaikan, Sumbar mesti terjauh dari peristawa bom, tidak boleh ada insiden yang menganggu pelaksanaan ibadah natal. Pelaksanaan Operasi Lilin Singgalang dilakukan secara sinergitas dengan melibatkan TNI, Instansi terkait dan tokoh-tokoh agama dan masyarakat serta membuat pos keamanan ditempat-tempat strategis.

Operasi Lilin Singgalang Polda Sumbar akan selalu melakukan pengamanan dan kewaspadaan dini pada lokasi tempat ibadah, 282 gereja, 69 objek pergantian tahun dan 128 tempat keramaian dan wisata. (Humas Sumbar)
 
Top