N3, Samarinda ~ Sedikitnya 256 alumni pendidikan dan latihan (diklat) revolusi mental angkatan I, II dan III yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltim kembali berkumpul mengikuti rencana aksi dan implementasi gerakan revolusi mental di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim.

Asisten III Setdaprov Kaltim, Bere Ali mengatakan bahwa kedatangan para alumni Diklat Revolusi Mental untuk melakukan rencana gerakan revolusi mental dengan kegiatan bhakti sosial di sejumlah lokasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kaltim dan dapat memberikan contoh kepada masyarakat bahwa ASN itu bukan hanya duduk di atas meja.

"Aksi gerakan revolusi mental oleh ASN ini dilakukan oleh ASN yang telah mengikuti Diklat Revolusi Mental yang memiliki pengetahuan untuk melakukan perubahan-perubahan," kata Bere usai membuka kegiatan rencana aksi dan implementasi gerakan revolusi mental di lingkungan Pemprov Kaltim.

Menurutnya, revolusi mental adalah suatu upaya untuk mengubah pola pikir (mindset) terhadap ASN untuk bisa menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kinerja pembangunan, sehingga dampak pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya budaya tertib, budaya melayani, budaya antri dan budaya disiplin. Itu adalah hal-hal kecil yang harus dimulai dalam pelaksanaan revolusi mental ini," jelas Bere.

Lebih lanjut, Bere menyampaikan bahwa revolusi mental sangat penting bagi ASN karena ASN adalah aparatur yang setiap harinya terlibat dalam proses pembangunan.

"Jadi Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda telah menegaskan kepada ASN untuk betul-betul meningkatkan kinerja, harus kompak bersatu dan menunjukkan pelayanan terbaik yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robian Noor mengatakan bahwa rencana aksi gerakan revolusi mental yang berkaitan dengan kinerja, disiplin, ketertiban, kebersihan dan pelayanan sudah dilaksanakan.

"PNS selaku aparatur negara sekaligus abdi masyarakat harus memiliki semangat dan jiwa melayani serta menyelenggarakan pemerintahan yang baik. Ada empat program dari revolusi mental yakni Kaltim melayani, bersih dan tertib serta disiplin,” katanya.

Dalam rencana aksi dan implementasi gerakan revolusi mental tersebut, Robi mengajak para peserta ke Budhis Center untuk melihat langsung pelayanan, ketertiban, kebersihan dan kedisiplinan yang dikembangkan di kawasan Budhis Center.

"Sebelumnya kita sudah lakukan peninjauan ke mesjid-mesjid. Kali ini, kita ke Budhis Center. Contoh-contoh yang baik hendaknya bisa dilaksanakan di instansi masing-masing," kata Robi. (rus/sul/ri/humasprov)
 
Top