N3, Padang ~ Sudah untuk kesekian kalinya Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mendapati kendaraan warga yang acap parkir di sembarang tempat. Hal ini membuat walikota berang.

Seperti yang terjadi di jalan Niaga, Selasa (1/11) siang. Persisnya di depan Bank Nagari Cabang Pondok. Walikota mendapati kendaraan roda empat yang parkir di tempat yang diperuntukkan bagi kendaraan roda.

Saat itu, empat unit kendaraan roda empat ‘ngetem’ di jalur milik kendaraan roda. Melihat hal itu, walikota mencari pemilik kendaraan dengan menanyakan langsung kepada pemilik toko terdekat. Seketika, pemilik toko menunjukkan pemilik kendaraan. Dengan kesadaran, dua pemilik kendaraan kemudian bergegas memindahkannya.

Walikota sempat berang melihat kendaraan boks yang ‘madar’, parkir di depan tokonya. Walikota kemudian menemui pemilik toko dan diminta untuk memindahkan kendaraannya. “Tolong dipindahkan kendaraannya, karena ini tempat motor (roda dua),” sebut Mahyeldi kepada pemilik toko.

Sedangkan satu kendaraan roda empat lainnya masih saja parkir di tempat yang salah. Petugas pun mencari-mencari pemilik kendaraan namun tak ditemui. Pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) kemudian berencana untuk menggembosi ban kendaraan tersebut.

Saat Kepala Dishubkominfo Dedi Henidal akan menggembos ban kendaraan tersebut, serta merta pemilik kendaraan datang. Rupanya pemilik kendaraan sedari tadi melihat-lihat dari jauh dan pura-pura tidak tahu. Dedi Henidal pun sempat bersitegang dengan pemilik kendaraan. Pemilik kendaraan merasa dirinya telah parkir di tempat yang benar. Dedi Henidal kemudian memberi pemahaman kepada pemilik kendaraan dan akhirnya dengan sendirinya memindahkan kendaraannya.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut bahwa hingga kini masih banyak warga yang belum disiplin dalam memarkirkan kendaraannya. Selain itu, walikota mengatakan bahwa perparkiran selama ini dikuasai oleh pemerintah, bukan dikuasai oleh oknum preman.

“Makanya parkir ini kita tata sedemikian rupa. Kalau ada yang sebelumnya bekerja di sana (lokasi parkir), mari kita sama-sama bekerjasama. Sebab selama ini uang parkir banyak masuk ke orang yang tidak jelas,” sebut Mahyeldi.

Walikota pun berkeinginan untuk memperjelas itu semua dengan saling bekerjasama dengan warga masyarakat. Sehingga nantinya yang bekerja di perparkiran akan menerima gaji yang jelas dan uang masuk ke pemerintah juga ikut jelas. “Harapan kita seluruh masyarakat saling bersinergi, karena Padang ini milik warga, bukan milik Walikota Padang semata,” ucap walikota yang didampingi sejumlah kepala SKPD di lingkup Pemko Padang.(Charlie / Mursalim)
 
Top