N3, Sumbar ~ KADIN Sumbar melakuan  Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri ke VI tahun 2016, di Padang Pangeran Beach Hotel. Hadir dalam kesempaten itu Wakil Ketua KADIN Pusat Zulham, Ketua DPRD Hendra Irwan Rahum, Forkopinda, Mantan Ketua KADIN Sumbar, Tokoh Senior Basril Djabar, para pengusaha Sumatera Barat.
 
Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dalam sambutannya menyampaikan, kemitraan antara Pemerintah dengan pengusaha mesti terjaga dengan baik sebab saling ketergantungan keduanya dalam memajuan pembangunan didaerah.
 
"Kita Pemerintah hanya mengeluarkan kebijakan, sedangkan sebagai pelaku yang mengerakan pembangunan itu pengusaha. Makanya sukses seorang pengusaha dalam membangun perekonomian daerah, amat sinergis pula dengan kesuksesan dari penyelenggaraan pemerintahan, " ujar Irwan Prayitno.
 
Irwan mencontohkan, begitu banyaknya saat ini pembangunan hotel di Padang dan Bukittinggi yang diminati pengusaha karena hal ini ada peningkatan dari pertumbuhan dunia wisata di Sumatera Barat, yang
ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.
 
"Itu salah satunya, yakni potensi pariwisata Sumbar yang mendorong pengusaha untuk berinvestasi membangun hotel di Sumbar, serta masih banyak lagi potensi lain yang dikembangnkan pengusaha disini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat," pungkasnya.
 
Gubernur Irwan Prayitno juga menambahkan, Musprov saat ini terfokus pada pemilihan ketua baru dan pengurus baru. Hal ini karena dalam setahun terakhir ini hanya ada kreteker , dimana ketua yang lama Asnawi bahar telah berakhir dengan dua priode dan sudah saatnya pula ada pemilihan ketua baru. 
 
" Kita berharap pemilihan ketua dan pengurus baru akan berjalan dengan damai dan tentram, dari ketua kandidat pak Budi Syukur dan Ramat Saleh. Siapapun yang terpilih mesti diterima dengan besar hati dan
nanti saling berkerjasama dengan baik. Ketua dan pengurua baru mesti menjalan organisasi dengan baik dan bersih, " seru Irwan Prayitno.
 
Sementara itu Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Koordinator Wilayah Barat, T.Zulham mengatakan, saat ini ekonomi Indonesia sedang megalami perlambatan di triwulan III yang berkisar diangka 5,2 persen. Untuk itu diperlukan penguataan perekonomian yang ada didaerah.
 
"Jadi, pemerintah mesti melakukan penguatan pada ekonomi daerah, sehingga percepatan ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan dengan dimulai dari daerah," ujarnya usai pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Barat di salah satu Hotel Kota Padang.
 
Selain itu, percepatan infrastruktur yang ada didaerah juga merupakan modal untuk menarik pengusaha untuk berinvestasi didaerah dan peningkatan ekonomi perdesaan untuk memberikan peran masyarakat dalam menumbuhkembangan ekonomi.
 
Zulham menambahkan, kondisi perekonomian global dan nasional sangat berpengaruh besar pada perekonomian yang ada didaerah termasuk Sumatra Barat. Karena persaingan dengan negara-negara global menuntut untuk meningkatkan efisiensi daya saing perdagangan internasional. "Jadi daya saing sektoral dan kewilayahan merupakan hal yang mesti dipersiapkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumbar," katanya.
 
Ia menuturkan, saat ini Sumbar bukan hanya akan berhadapan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun, juga akan didahadapkan dengan pertumbuhan yang berkualitas.
 
"Jadi ini merupakan tantangan yang berat, karena pertumbuhan ekonomi saat ini masih digerakan sektor kosumsi. Sehingga, diperlukan upaya untuk mendorong dunia usaha dalam mengerakan sektor riil," tukasnya.
 
Zulham berharap dengan adanya Musprov VI Kadin Sumatra Barat dapat menjadi sebuah momentum untuk menjalankan program-program Kadin Sumbar kedepan sebagai upaya meningkatkan perekonomian Sumbar. Hms
 
Top