Ilustrasi : foto okezone
N3, Padang ~ Untuk mendapatkan rupiah, berbagai cara dilakukan, walau cara menjajakan diri. Hal ini terjadi disepanjang jalan diponegoro tepatnya diseputaran taman melati. Modusnya cukup parkir dipinggir jalan tersebut, datanglah mobil Avanza atau Xenia mendekati kita. Dari mobil tersebut muncul cewek-cewek dengan pakaian seksi dengan dadan yang seronok dan aduhai hingga membuat hidung tergiur. Dulu mungkin kita kenal dengan nama Taksi Biru alias Buana, namun karena perubahan waktu dan tahun. Sekarang mulai naik kelas dengan memakai mobil plat hitam seperti Avanza,  Xenia, Yaris dan mobil pribadi lainnya. Diatas kendaraan tersebut mereka menawar diri dengan kata-kata agak sedikit genit serta rayuan yang menggoda.

Dan kata-kata inilah yang dilontarkan, Bang mau cewek ne ada yang baru, dengan nada merayu dan genit serta mengedipkan mata. Jika lelaki hidung belang ngomong  oke, terjadilah transaksi diatas Avanza dan menentukan tarif yang telah di dealkan. Setelah itu, baru mereka menuju  penginapan yang telah dibokingnya. Dari informasi salah satu narasumber yang bisa dipercaya menjelaskan untuk berlabuh dalam kenikmatan cinta sesaat, cewek-cewek tersebut telah memboking hotel yang berada tidak jauh tempat mereka operasi.  Diperkirakan disetiap mobil rata-rata berisi 3 sampai 4 orang wanita penghibur yang muda dan berumur antara 17 -26 tahun.

Mereka siap melayani siapa saja yang berminat asal sesuai tarifnya dan tempat untuk melayani tamu dijamin aman dari gangguan aparat berseragam atau kena rasia. Dari hasil investigasi tim dilapangan, bahwa keberadaan wanita penghibur alias PSK (Pekerja Sex Komersial) sudah lama.

Umumnya tempat melayani tamu dibeberapa penginapan yang jadi langganan mereka. Dari pengakuan para cewek cewek tersebut, sebut saja Bunga yang lagi laris dan jadi idola para hidung belang. “Masalah para lelaki hidung belang banyak macamnya dalam cara merayu, bahkan diiming-imingkan berbagai janji, akan dibelikan ini dan itu,” jelas Bunga

"Namun saya hanya meng iya saja, karena yang dijanjikan itu semua bohong..!" Tambahnya lagi. Namun ketika disinggung berapa tarifnya sekali main atau short time serta semalam dan gimana system tata cara dalam negonya.

"Kalau hal itu, biasa saya minta 200-300 ribu, jika semalam atau nginap 500 sampai 800 ribu dan itu diluar sewa kamar tergantung pinter-pinter kita merayu. Dalam satu malam, kira-kira berapa orang tamu yang bisa dilayani. Itu tergantung hari, kadang-kadang satu malam bisa dapat melayani 3 tamu,"tambahnya lagi sambil mengisap rokok sempurna.

Hal yang serupa juga diutarakan oleh Rini tentang pekerjaannya yang dijalani selama ini dan menceritakan tentang gimana sampai terjun kedunia malam ini. “Memang perkerjaan ini sangat hina, tapi apa boleh buat demi sibuah hati yang berumur 2 tahun. Disamping itu saya juga membutuh biaya yang cukup besar untuk menghidup kedua anak saya, "ujarnya.

Saat ditanyakan apa tidak takut razia atau ketangkap sama Sat Pol PP saat melakukan aktivitas dalam menjajakan diri...?. Kalau hal itu memang takut, lebih-lebih muncul  berbagai berita dimedia cetak maupun Elektronik (TV), dan terpampang wajah kami. Malunya minta ampun, lebih-lebih keluarga dan orang kampung tahu apa pekerjaan kami.Tapi itu resiko pekerjaan kami, untuk mencari sesuap nasi. Sebenarnya bathin kami menolak melakukan pekerjaan ini yang penuh resiko, tapi mau gimana lagi dan zaman sekarang sangat susah mencari pekerjaan.

Kasat Pol PP Padang Edi Asri saat dikonfirmasi via ponselnya beberapa waktu lalu menegaskan, bahwa kalau hal itu, sudah 99 % kami bersihkan...cuman mobil bergoyang yang sering kami aman dekat SPBU dan hanya satu persen yang tinggal dan itu bagi mereka yang datang dari luar daerah,”terang Edi Asri Plt Sat Pol PP Padang.

“Dan juga kami menurun anggota intel dilokasi tersebut dan setelah itu, baru dilakukan penangkapan dan seterusnya kami proses untuk dikirim ke Sukarami Kab.Solok,”tambahnya lagi. andre/feri
 
Top