N3, Indramayu ~ Diusia ke-28, PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu terus dituntut untuk meningkatkan profesionalitas kinerja. Salah satu yang harus diperhatikan adalah tidak adanya kebocoran air dan juga anggaran. Hal tersebut ditegaskan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah ketika memberikan sambutan di acara puncak HUT PDAM Tirta Darma Ayu ke-28 yang berlangsung di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lohbener dan IPA Sliyeg.

Menurut Anna, saat ini kepercayaan terhadap pengelolaan PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu semakin baik. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pelanggan yang telah mencapai angka 100.000 pelanggan di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Selain itu, kepercayaan juga ditunjukan oleh berbagai lembaga luar seperti Kementrian PU dan lembaga donor dari luar negeri yang terus memberikan bantuan untuk PDAM Tirta Darma Ayu.

“PDAM Tirta Darma Ayu harus semakin berkembang serta semakin mengokohkan diri sebagai perusahaan daerah yang mandiri dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Kesalahan bertindak dalam mengelola PDAM maka fatal akibatnya.” Tegas Anna.

Untuk menuju PDAM yang lebih professional, maka diperlukan sebuah komitmen yang kuat. Semua yang ada di PDAM Tirta Darma Ayu harus berusaha dengan sungguh-sungguh hingga mampu menterjemahkan arti sebuah kedewasaan. Tugas untuk menjadikan PDAM ini besar, maka tidak cukup dipikul oleh Dirut bersama-sama jajaran direksi tetapi juha harus dipikul bersama-sama seluruh keluarga besar PDAM.

“Semua mempunyai tugas yang sama, mungkin hanya beban tanggung jawa yang berbeda. Saya mengajak kepada seluruh keluarga besar PDAM, mari kita berupaya untuk mewujudkan PDAM sehat, maju, dan mandiri,” katanya.

Sementara itu Dirut PDAM Tirta Darma Ayu, Tatang Sutardi menjelaskan, selama 28 tahun sampai dengan tahun 2016 ini PDAM telah mampu membangun IPA dengan kapasitas 1.190 liter/detik dari 14 IPA.

Pada kesempatan itu, diserahkan penghargaan kepada para karyawan PDAM yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun dan yang berprestasi. Serta diserahkan pula bantuan kepada anak yatim piatu dan lansia dan bantuan kaki palsu kepada para penyandang disabilitas. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu
 
Top