N3, Bandung ~ Kurangi AKB (Angka Kematian Bayi) di Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari, Bupati Bandung H. Dadang M Naser resmikan pembangunan RTK (Rumah Tunggu Kelahiran). Dibangun di tanah seluas 4x6 meter, RTK ini diresmikan di Jl. Kawah Papandayan Kp. Negla RT 01 RW 03 Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari, Jumat (5/11).

Bupati menjelaskan bahwa tahun 2015, sebanyak 163 kasus AKB terjadi dari 1000 kelahiran hidup. Maka RTK yang merupakan suatu tempat atau ruangan yang berada dekat fasilitas kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Poskesdes, dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara ibu hamil dan pendampingnya selama beberapa hari, saat menunggu persalinan tiba dan beberapa hari setelah bersalin.

“Program ini digagas Lembaga Safe The Children sekitar Juni 2016 lalu, tujuannya untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta meminimalisir kejadian komplikasi karena kehamilan, persalinan dan nifas, pada daerah yang mempunyai hambatan dalam akses ke fasilitas pelayanan kesehatan. Rumah ini disediakan khusus untuk ibu bersalin, terutama untuk ibu hamil dengan resiko tinggi,” tutur Dadang disela kunjungan ke ruang faskes (fasilitas kesehatan) di Desa Negla.

Menurutnya persalinan merupakan hal yang paling penting dan ditunggu oleh para ibu hamil. Bagi seorang ibu, persalinan adalah hal yang sangat menyenangkan, karena pada saat itu si kecil keluar dari dalam perut si ibu dan melihat indahnya dunia ini. Akan tetapi, Ia menambahkan persalinan juga menjadi hal yang menakutkan dan mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan, bahkan dapat menyebabkan kematian.

“Bagi masyarakat terpencil terutama di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Desa Negla ini, masa persalinan masih tidak begitu di perhatikan. Persalinan masih ditolong oleh dukun anak. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena komplikasi yang terjadi pada saat persalinan tidak bisa diprediksi pada saat hamil,” ucap Dadang.

Pada saat yang sama, seorang bayi laki-laki lahir di RTK dengan sehat dan normal. Bayi tersebut langsung diberi nama Achmad Naser oleh Bupati Bandung saat kunjungannya. Bayi berbobot 3.150 gram dan tinggi 48 cm ini merupakan anak ketiga dari pasangan Ibu Iim (35) dan Bapak Juju (46) yang berprofesi sebagai buruh tani.

Sementara menurut Bidan Desa Negla Yeyet Hayatun, dari bulan Juni lalu selain pelayanan kesehatan ibu dan bayi, RTK ini telah menangani 43 ibu bersalin dengan sehat dan selamat.

“Selain 43 ibu bersalin telah ditangani dengan selamat, pelayanan kesehatan lainnya juga dilakukan, seperti pemeriksaan kesehatan dan imunisasi," ucap wanita kelahiran Tasikmalaya ini.

Demi mengubah pola pikir masyarakat setempat yang dianggap kuno kata Yeyet, masyarakat Desa Negla harus diberi pemahaman khusus mengenai pentingnya melahirkan dengan pelayanan medis dan bukan oleh dukun anak.

“Ini dilaksanakan untuk menambah pengetahuan para ibu tentang masalah kesehatan pada ibu dan anak dan bagaimana meyakinkan ibu tentang cara mengatasi komplikasi yang terjadi pada saat persalinan dengan pelayanan medis, bukan oleh dukun anak,” katanya.

Lebih lanjut Yeyet menjelaskan kegiatan di luar RTK yakni rempug dan sosialisasi mengenai pentingnya kesehatan dan menjaga lingkungan. "Kegiatan ini bertujuan untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan RTK serta menindaklanjuti persiapan dilapangan terkait sarana dan prasarana yang dibutuhkan di RTK tersebut," tutupnya. hms
 
Top