N3, Padang ~ Shalat Asyar berjemaah baru saja usai dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah, Labuhan Tarok, Bungus, Jumat (21/10). Jamaah perlahan keluar dari masjid. Pun begitu dengan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo.

Di luar masjid, terlihat ramai. Beberapa santri masjid tersebut nampak asyik bermain. Tak hirau dengan jamaah yang keluar dari pintu masjid. Situasi ini menjadi perhatian bagi Walikota Padang. Karena tak biasanya santri masjid bermain lepas shalat Asyar selesai digelar. Mahyeldi pun bertanya kepada santri yang bermain persis di dekat pedagang roti.

"Sudah pada shalat semuanya?" tanya walikota. Santri pun diam membisu. Tak ada yang berani menjawab. Beberapa santri yang akan membeli roti pun 'tergagau' dan urung melanjutkan.Dengan lugu dan polos, seorang santri menjawab jika dirinya belum menunaikan shalat Asyar.
"Belum, Pak," jawabnya.

"Cepat shalat dulu," ajak Mahyeldi kepada anak-anak santri. Santri pun bergegas mengambil wudhu. Mereka membersihkan dirinya. Satu persatu masuk ke dalam masjid untuk menunaikan shalat Asyar. Walikota tegak di luar masjid. Persis di sebelah pedagang roti. Matanya tertuju kepada santri yang sedang melaksanakan shalat.

Tak berapa lama, santri pun selesai melaksanakan shalat. Beberapa diantaranya memilih melanjutkan bermain di dalam masjid. Ajudan Walikota Padang, Wedon Surdinal kemudian mengimbau santri agar mendatangi kembali walikota.

Santri pun patuh. Mereka mendatangi walikota yang sedari tadi berdiri di luar masjid. "Sudah shalat semuanya?" tanya Mahyeldi. Santri serempak menjawab sudah. "Sudah, Pak," sebut santri.

"Bagus. Semuanya ditraktir roti. Ayo silahkan ambil, satu orang satu roti," sebut Mahyeldi merangkul santri dan mengarahkannya ke tukang roti yang sedari tadi menunggu.

Santri pun girang alang kepalang. Mereka berebut mengambil roti. Roti beraneka rasa, coklat, keju, kelapa, dipilihnya. Sekejap, masing-masing sudah menggenggam roti dan menggigitnya.

Melihat seluruh santri sudah mendapat roti, walikota kemudian mengeluarkan lembaran Rp 50 ribuan dan diberikan kepada tukang roti. Tukang roti lantas bergegas menyerahkan uang kembalian. Walikota kemudian menolaknya.

"Cukup kan semuanya. Beri roti bagi yang belum dapat," cecar Mahyeldi kepada tukang roti.

Tidak saja santri. Anak-anak lain yang bermain tak jauh dari situ pun kebagian traktiran roti. Mereka gembira dan dengan lahap menyantap roti di tangan."Terimakasih Pak Wali," ujar mereka serempak sambil melihat Walikota Padang menaiki kendaraan dinasnya dan kemudian berlalu meninggalkan mereka.(Charlie Ch. Legi)
 
Top