N3, Padang ~ Meskipun ditengah labilnya roda perekonomian saat ini, namun kondisi tersebut tidak dapat menghambat geliat dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Nagari kebanggaan Provinsi Sumatera Barat, untuk mengukir prestasi bergengsi dengan diterimanya penghargaan Infobank Award ke-21 Tahun 2016.

Tentunya untuk meraih penghargaan tersebut, bukanlah pekerjaan mudah, karena sangat dibutuhkan kesolidan dan dukungan dari stake holder yang ada, serta peran dari masyarakat Sumatera Barat sendiri.

Pada kesempatan itu, Direktur Operasional Bank Nagari, Syafrizal, Direktur Kredit dan Syariah Hendri didampingi Corporate Secretary Azmi Febrian serta Efrizon Kabag Humas yang menerima langsung penghargaan di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta mengucapkan rasa syukurnya, karena Bank Nagari kembali mendapat penghargaan Infobank.

“Ini tak terlepas dari kinerja bank, dukungan seluruh stakeholders dan masyarakat Sumbar,” kata Syafrizal.

Bank Nagari menerima penghargaan Infobank Award ke 21 Tahun 2016 predikat ‘Sangat Bagus’ untuk kinerja keuangan tahun 2015 kategori bank dengan asset Rp10 triliun hingga Rp25 triliun, dengan modal inti Rp1 triliun hingga Rp 5 triliun.Penilaian dari pihak penyelenggara meliputi sisi permodalan, kualitas asset, rentabilitas, likuiditas, efisiensi.

Eko B. Supriyanto, Direktur Biro Riset Infobank, dalam sambutannya mengapresiasi jajaran direksi bank-bank yang telah mendapat award ini, karena di tengah kondisi perekonomian yang kurang kondusif mereka masih mampu mencatatkan kinerja terbaiknya,”.

Dikatakan Eko, tantangan terbesar industri perbankan nasional saat ini adalah tekanan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang semakin memerah.

Untuk itu, urgent untuk menjaga kualitas kredit dengan semakin prudent dalam memberikan pembiayaan.
”Di samping itu, harus melakukan efisiensi dan terus berinovasi, apalagi dengan hadirnya fintech (financial technologi) yang mulai mengambil pasar perbankan,” tambah Eko.

Dari segi asset, Bank Nagari menargetkan sebesar Rp21,67 triliun tahun 2016  dari pencapaian asset pada 2015 sebesar Rp19,54 triliun.

Sedangkan kredit ditargetkan Rp16,37 triliun dari tahun sebelumnya Rp14,59 triliun. Sementara itu untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan Rp16,79 triliun. (*)
 
Top