N3, Sumbar ~ Teleconference Gubernur Sumatera bersama Kapolri di Mapolda Sumbar yang dihadiri Kapolda Sumatera Barat, Bupati/Walikota se Sumatera Barat, Kapolres/Kapolresta se Sumatera Barat, serta SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, membahas masalah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia

Pembicara di tighkat pusat dihadiri oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti nurbaya, Mewakili BMKG Andi Eka, Kepala BNPB, dan Dirjen Administrasi Kewilayah mewakili Mendagri. Teleconference ini diikuti oleh 34 provinsi di Indonesia

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, dengan adanya teleconferce ini dapat menyatukan persepsi di seluruh daerah mengenai langkah-langkah kita dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.

Arahan Gubernur Sumatera Barat setelah mengikuti teleconference;

Irwan Prayitno mengatakan Sumatera Barat memang tidak masuk daerah kritis dalam kebakaran hutan dan lahan, namun faktanya di Sumatera Barat terdapat 175 hotspot dan terjadi kebakaran di 13 lokasi seperti di Kab. Dharmasraya, Kab 50 Kota dan Kab. Pasaman

"Ini perlu menjadi perhatian kita, Kepada Bupati/Wali Kota perlu melakukan:
1. sosialisasi pada masyarakat untuk tidak membakar sembarangan
2. Jika terjadi kebakaran di 1 daerah, maka daerah terdekat harap saling membantu", ucap Gubernur Sumatera Barat

Irwan Prayitno juga mengatakan kalau bisa setiap daerah mengganggarkan alat pemadam kebakaran yg bisa dibawa ke ke atas, karna mobil pemadam kebakaran tidak mampu mendaki gunung.

Tindakan perventif penting serta dengan kerja sama diantara kita dengan tetap berpegang pada aturan yang ada. Terakhir Gubernur Sumatera Barat mengatakan, "Bagaimanapun hotspot mesti tetap harus kita kurangi, target kita adalah hotspot bisa nihil di Sumatera Barat"
 
Top