N3, Padang ~ Proyek Irigasi di Anak Aia Kelurahan Batipuah Panjang kec. Koto Tangah yang dikerjakan oleh PT. Bumi Purnama dengan anggaran 3 M diduga syarat masalah.

Pasalnya, proyek irigasi yang di kerjakan oleh PT. Bumi Purnama disinyalir tidak sesuai dengan spek Teknis.

Hal ini terungkap, saat konsultan pengawas dari PT. Ultimate yang akrab disapa Zul saat dikonfirmasi tim tentang teknis lapangan mengakui, berdasarkan RAB yang diketahuinya, pengerjaan proyek irigasi yang telah dianggarkan dari APBD Kota Padang sebesar Rp. 3,3 milyar semestinya memiliki ketingian 1.2 Meter, tapak 60 cm dengan kedalaman koporan 30 cm.
Hasil investigasi tim dilapangan, pengakuan dari pihak konsultan pengawas ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, dimana adukan semen dengan perbandingan 1:4 hanya di dalam kontrak kerja saja, sebab tidak ditemui sama sekali takaran atau cetakannya di lokasi proyek. Dan begitu juga koporan, juga sama sekali tidak terlihat

Ironisnya, disaat hujan beberapa hari yang lalu proyekpun hancur, ini merupakan bukti akibat adukan semen yang tidak sesuai dengan spek teknis, sehingga kurangnya daya rekat terhadap pengerjaan.

Sementara Herman, H selaku Kabid SDA selaku penanggungjawab proyek pekerjaan saat ditemui diruang kerjanya Jum'at (27/8) mengucapkan terimakasih atas informasi yang diperoleh, dan pihaknya siap akan melakukan tindakan, kapan perlu kita bongkar, ucapnya.

"terimakasih atas informasinya, dan apabila memang terbukti pihaknya akan siap melakukan pembongkaran".


Anehnya, keterangan antara konsultan pengawas, pelaksana proyek dan penanggungjawab proyek sangat jauh berberda. Seperti, kedalaman koporan, ada yang mengaku, 40 cm, 60 cm dan 75 cm. (met/nal/mikeberita sebelumnya...... bersambung
 
Top