N3~Tergabung sebagai anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Polri untuk menindaklanjuti testimoni Fredi Budiman, Hendardi yang juga Ketua Setara Institute menyatakan bakal menjadi orang pertama yang keluar jika TPF didikte atau diintervensi.

Tim yang diberi tenggat waktu sebulan ini bertekad menyelesaikan kegaduhan buntut testimoni Fredi yang disebarkan Koordinator Kontras Haris Azhar.

"Saya orang pertama yang keluar dari tim ini, jika ada yang mendikte, mengintimidasi. Tim ini punya tekad kuat menyelesaikan masalah ini. Tim yang dibentuk ini bukan kosmetik untuk menipu-nipu publik," kata Hendardi, pada awak media di Jakarta, Sabtu (13/8).

Ketua Setara Institute ini telah beberapa kali tergabung dalam Tim Pencari Fakta Komnas HAM mengatakan, TPF ini terbentuk antara gabungan tim dari unsur internal serta eksternal juga membutuhkan laporan dari masyarakat berkaitan dengan pengakuan Fredi, gembong narkoba yang dalam testimoninya mengaku memberi total Rp 90 miliar kepada pejabat tertentu di Mabes Polri.

"Kami membuka sambungan telepon bagi masyarakat yang memiliki informasi. Masyarakat dapat menghubungi kami di nomor 08818811986, kami sangat membutuhkan masukan. Kami juga sudah bekerjasama dengan PPATK termasuk Bea Cukai, selain Kontras yang telah membuka posko," katanya.

Sampai saat ini TPF telah memeriksa adik Freddy, Johny Suhendra alias Latif di Lapas Salemba. Latif dipidana seumur hidup dalam perkara narkotika, kepemilikan 50.000 pil ekstasi. Namun, Hendardi tidak bisa membeberkan hasil dari investigasi yang dilakukan kepada Latif.

"Untuk sementara ini, kami tidak bisa menyebutkan hasilnya karena data-data yang masuk tidak langsung diumumkan. Namun nantinya secara berkala kami mengumumkan langkah-langkah yang telah kami lakukan," ujar Hendardi.

Disebutkannya, pada pekan depan tim bakal bertolak ke Lapas Nusakambangan. Karena ditempat itulah Haris bertemu dengan Fredi, TPF coba untuk memastikan ada atau tidaknya orang-orang yang mengetahui pertemuan tersebut termasuk menggali adanya informasi baru berkaitan dengan pokok perkara testimoni Fredi yang disampaikan Haris dalam tulisannya.

Diakui Hendardi untuk menindaklanjuti te‎stimoni Fredi bukanlah perkara mudah. Pasalnya, data-data yang ada dalam testimoni tersebut masih sumir karena itu pihaknya perlu berkoordinasi dengan institusi lain seperti BNN, TNI, PPATK, dan Bea Cukai mengingat adanya kemungkinan data yang didapat bertalian dengan temuan dari institusi TNI dan BNN yang telah membentuk timnya sendiri.

"Persoalan ini sangat susah kami ungkap, pasalnya dalam testimoni tersebut tidak menyebut nama oknum yang terlibat. Saya sering tergabung dengan investigasi lainnya, saya merasa ini kasus sulit karena kasus ini paling sumir. Maka dari itu kami perlu menyerap banyak informasi dari kanan-kiri, atas-bawah. Dan kami berharap hasil dari temuan nanti dari TPF dapat ditindaklanjuti Polri," kata Hendardi. (Khalid)
 
Top