N3 ~ Gubernur Sumatera Barat Irwan Payitno menghadiri kegiatan Coffee Morning dengan Forkopimda Sumatera Barat Aula Korem 032 Wirabraja, Selasa 9 Agustus 2016. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur forkopimda diantaranya, Danrem 032 Wirabraja, Ketua DPRD Sumatera Barat, Kapolda Sumatera Barat, Kajati Sumatera Barat, Kepala Pengadilan Tinggi Negeri Sumatera Barat,Danlanud Padang, dan Wadanlantamal II Padang. Selain itu turut hadir Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Dirut PT Semen Padang, Kepala kesbangpol Sumatera Barat, Kepala BNN Sumatera Barat, Badan Intelegen Daerah Sumatera Barat, Penggadaian, dan para Komandan Kodim se Sematera Barat.

Danrem 032 melaporkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Korem 032 berkaitan kegiatan ke masyarakat yang menonjol adalah memperbaiki rumah/rehab bagi para veteran yang tersebar seluruh sumbar, serta kegiatan cetak sawah.

“Kegiatan rehab rumah bekerjasama dengan pegadaian dan sementara cetak sawah baru pengerjaanya telah selesai sebanyak 50%”, ucap Danrem 032 Wirabraja.

Selain itu, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Bhakti Agus F mengatakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban daerah dari bermacam gangguan dan konflik sosial, menyarankan untuk pembuatan tim dimana kepala daerah merupakan koordinator dalam tim pengamanan ini.

Danrem 032 Wirabraja juga mengingatkan agar batas daerah di Sumatera Barat harus diperjelas agar tidak memicu konflik sosial.

Selain itu, kami juga mendapat keluhan dari masyarakat dan bahkan sampai oleh pusat bahwa ilegal mining di kabupaten Solok Selatan sangat berdampak terhadap kebersihan air di Solok Selatan hingga Dharmasraya.

Gubernur Sumatera Barat mengatakan, “Coffee morning ini merupakan untuk mempererat keakraban silaturahmi, dan menyelesaikan segala urusan untuk pembangunan di Sumatera barat.

“Dengan adanya dialog antara forkopimda maka akan muncul solusi-solusi dalam mengatasi berbagai masalah di Sumatera Barat”, tambah Irwan Prayitno.

Gubernur Sumatera Barat juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh forkopimda atas kerjasamanya dalam membantu pemerintah.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Kepada Kapolda Sumatera Barat  yang turun langsung melihat situasi sengketa di perbatasan antara Sijunjung dengan Dharmasrya, serta  membantu mengamankan jalan saat pelaksanaan TDS”, ucap Irwan Prayitno.

Kapolda Sumatera Barat mengatakan mengenai konflik sosial, presiden telah menginstruksikan untuk melakukan pencegahan konflik serta penanganan konflik secara terpadu.

Kapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Basarudin mengatakan mengenai konflik di perbatasan Sijunjung dengan Dharmasraya, “kejadian di sana tidaklah separah seperti yang diberitakan, namun karna belum terselesaikannya tapal batas yang sudah dilaksanakan selama 8 tahun yang lalu, maka terjadilah kekesalan warga sehingga membakar lapak sawit kosong”.

“Terkait ilegal mining awal pembenahan disini adalah instropeksi diri karena terdapat lingkaran setan yangg melibatkan banyak pihak, oleh sebab itu mari kita jangan bersandiwara dan berbuat lebih baik”, ucap Kapolda Sumatera Barat. Perlu ada keterpaduan kita untuk membersihkan hal tersebut untuk menghilangkan praktek ilegal mining ataupun ilegal loging dengan koordinator adalah Gubernur sebagai kepala daerah, tambah Kapolda Sumatera Barat.

 
Top