N3, Dugaan proyek yang menyimpang dari spesifikasi teknis, juga terjadi di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang. Proyek yang diduga bermasalah itu, terjadi pada pekerjaan pembangunan petak/los ikan segar, berlokasi di Pantai Purus Padang.

Pasalnya, proyek tanggal kontrak 31 Mei 2016, waktu pelaksanaan 90 hari kalender itu, beberapa item pekerjaan diduga dimainkan. Terbukti, proyek dengan nilai kontrak Rp300.629.000 sumber dana APBD Kota Padang, dikerjakan CV. Huda Mulya Pratama dan pengawas CV. Arterindo Pratama, untuk pekerjaan tiang, besi yang digunakan bervariasi, termasuk juga jarak begolnya.

Dugaa penyimpangan juga terjadi pada corang, sebab takaran adukan semen, pasir dan koral diduga tak sesuai takaran, terbukti beberapa tiang pancang, termasuk juga coran untuk pondasi banyak yang keropos. Namun, untuk menutupi keropos itu, pihak rekanan langsung melakukan plasteran.

Telusuran media ini, Sabtu (30/7), untuk pekerjaan tiang sangat kentara sekali permainan. Soalnya, hampir rata rata jarak begol untuk pekerjaan tiang itu berkisar 20-30 Cm. Jarak begol tersebut, menjadi tanda tanya berbagai kalangan, disebabkan pekerjaan dipinggir pantai, disamping bertanahkan pasir, juga rentan ancaman gempa.

“Masa, jarak begol untuk pekerjaan proyek ini jaraknya 20-30 cm. Ini jelas akan mengurangi daya tahan, mutu dan kualitas pekerjaan. Apalagi, proyek ini berada ditepi pantai yang rentan akan ancaman gempa,” kata Darwin LSM ACIA yang ikut kelapangan bersama media ini menyusuri kelapangan.

Darwin menyayangkan permainan CV. Huma Mulya Pratama, sebab pekerjaan proyek ini berada ditengah keramaian dan tiang besi yang belum dilakukan coran terlihat jelas, termasuk jarak begolnya, Malah, coran dibeberapa titik juga terlihat keropos, namun ditutupi dengan plasteran.” Lalu, dimana pengawas pekerjaan proyek yang berada ditengah keramaian ini. Kok, membiarkan perusahaan nakal ini memainkan volume material pembesian,” ulas Darwin.

Ia juga berharap kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan Los Ikan Segar ini, agar membongkar pekerjaan yang bermasalah tersebut. “Daripada nanti menimbulkan masalah, sebaiknya dibongkar,” pinta Darwin seraya mengatakan, penguranga volume tersebut disamping mengurangi mutu dan kualitas pekerjaan, juga merugikan keuangan negara.

Disamping itu, Darwin juga mengharapkan Kadis DKP Kota Padang, agar menegur PPTK dan pengawas yang terkesan membiarkan permainan pada pekerjaan proyek tersebut. Kalau ini tak dilakukan, ada kesan membiarkan terjadinya dugaan penyimpangan pada pekerjaan yang berada di Pantai Padang ini.

Sementara, saat dikonfirmasikan kepada Kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Zalbadri, terkait dugaan penyimpangan pekerjaan proyek Los Ikan Segar, saat berita ini diturunkan tak berhasil ditemui.

Sudah beberapa kali media ini mengkonfirmasikan ke kantornya, jawaban pegawai disana Kadis sedang dinas luar. Begitu juga ditemukan esok harinya, jawaban serupa didapat media ini. NV
 
Top