N3, Padang ~ Kontraktor yang satu ini, terbilang nekat. Faktanya, proyek yang dikerjakan ditengah keramaian masih nekat dimainkan. Proyek yang dimainkan kontraktor nakal menggunakan bendera PT. Tunas Pembangunan tersebut terjadi pada pekerjaan peningkatan jalan inspeksi Banjir Kanal dan sekitarnya milik Dinas PU Kota Padang.
 
Faktanya, proyek dengan nomor kontrak 033/kont-BM/DAK/DPU/2016 tanggal 25 Maret 2006, waktu pelaksanaan150 hari kalender tersebut, sarat penyimpangan dan permainan. Terbukti, untuk pekerjaan dinding batu adukan semen dimainkan, timbunan menggunakan aspal pemetakan untuk pekerjaan pacing.
 
Ironisnya untuk pekerjaan betonisasi bibir jalan, bagian pinggir yang digali tanpa menggunakan police line. Sehingga saat hujan lebat, genangan air menutupi jalan dan lubang itu, mengakibatkan pengendara sepeda motor masuk lubang dan mengalami luka.
 
“Saat hujan lebat kemaren, bibir jalan yang digali itu, salah seorang pengendara terpeleset dan mengalami luka luka. Ini disebabkan kontraktor lalai dan tak menggunakan police lain. Sesuai dengan UU nomor 22 tahun 2006, kecelakaan akibat pekerjaan jalan ini menjadi tanggungjawab kontraktor,” kata Andi warga setempat yang juga mengerti tentang aturan pekerjaan proyek tersebut.
 
Permainan lain yang terjadi pada pekerjaan proyek tersebut, adukan semen untuk pekerjaan semen terkesan tak sesuai takaran. Faktanya, dibeberapa dinding semen sudah terkelupas dan terlihat pasir yang melekat. “ Ini disebabkan kurangnya adukan semen untuk pekerjaan dinding pasangan batu ini,” ulas Andi.
 
Sadisnya lagi, untuk pekerjaan tmbunan pada pasangan batu kontraktor nakal tersebut sangat nekat. Soalnya, timbunan yang digunakan aspal hasil pemetakan untuk pekerjaan pacing. Apalagi yang dilakukan kontraktor nakal itu, terkesan mencari keuntungan semata dengan mengurangi volume timbunan.
 
Padahal, seorang kontraktor yang lama berkecimpung di usaha jalan ini, sangat paham, aspal alergi dengan air. Artinya, dengan digunakan aspal untuk timbunan tersebut, aspal tersebut akan hancur dan menimbulkan rongga.” Akibatnya, betonisasi untuk pekerjaan bibur jalan akan terban dan ambruk,” imbuh Andi lagi.
 
Kabid Asal Ngomong
 
Menariknya, Hendri Zulpiton, Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Padang saat dikonfirmasikan terkait penyimpangan pekerjaan jalan terebut, asal ngomong. Buktinya, pengakuan Hendri Zulpiton, terhadap galian lubang tanpa police line pernah dipasangkan, namun hilang.” Dulu pernah dipasang, namun sudah hilang,” dalihnya.
 
Hendri Zulpiton tak menyadari, jika ada police line sebelumnya, tentu ada bekasnya dilokasi pekerjaan. Kalaupun hilang, itu hanya alasan belaka, sebab jika diambil masyarakat untuk apa manfaatnya. “ Kabid hanya mencari alasan dan asal ngomong. Dari awal saya melihat tak ada police line untuk pekerjaan lubang itu,” kata Andi seraya mengatakan, seharusnya kontraktor bertanggungjawab terhadap pekerjaan tersebut.
 
Menariknya lagi, asal ngomong Hendri Zulpiton juga terlihat pada pekerjaan timbunan yang menggunakan aspal pemetakan untuk pekerjaan pacing. Dalihnya, timbunan itu hanya diletakkan untuk sementara, nanti akan dibuang lagi.
 
Hendri Zulpiton tak menyadari, jika ini dilakukan berarti, apa yang dilakukan kontraktor terbilang bodoh, sebab aspal pemetakan yang dilakukan hampir sepanjang jalan banjir kanal itu, sudah berserakan dan sengaja ditimbunkan.
 
Kalaupun  alasan dikumpulkan dan dibuang lagi, berarti kontraktor bekerja tak profesional, sebab terkesan menghabiskan waktu dan membuang dana. Alasannya, pekerjaan aspal ditumpukkan disana dan disebarkan dan lalu dikumpulkan lagi untuk dibuang.” Ya, ini hanya pengakuan bodoh,” timpal Andi.
 
Sedangkan, adukan semen tak sesuai takaran itu, pengakuan Hendri Zulpiton tak benar. Ia mengatakan, itu hanya terjadi pengikisan disebabkan  hujan.” Ini hanya pengikisan saja dan tak mempengaruhi struktur pekerjaan,” imbuhnya. Kok bisa? NV
 
Top