N3, Padang -- Peristiwa Abrasi pantai yang melanda di Kota Padang Sumbar , cukup parah terutama di daerah Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamantan Koto Tanggah, Kecamatan Padang Utara, Kecamatan Padang Selatan, Kelurahan Gates Nan XX ,Kecamatan Lubuk Begalung.

Ketua DPRD Padang Erisman menyampaikan, "abrasi pantai ini telah darurat, sementara anggaran kota ataupun provinsi tidak memadai. Dalam hal ini pemko harus dapat mencarikan solusinya ke Pusat. Hal ini sangat memprihatinkan, bahkan menakutkan sehingga perlu segera dilakukan tindakkan yang cepat.

Untuk itu diharapkan agar bisa mendapatkan bantuan dari BNPB pusat untuk turun tangan pasca abrasi yang menghantam pantai pesisir Kota Padang.

"Lanjutnya DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut serta menindaklanjuti permasalahan abrasi pantai yang semakin meresahkan masyarakat daerah tersebut," ujar Erisman.

Menurutnya, dana yang dibutuhkan untuk pembenahan di lokasi terkena dampak abrasi khususnya Kelurahan Pasie Nan Tigo cukup besar dan untuk dianggarkan di kota atau provinsi tidak akan mencukupi.
 
Erisman menjelaskan, "menurut Dinas Pekerjaan Umum (PU) dari hitung-hitungan kasar dibutuhkan dana hingga Rp15 miliar. Kalau dianggarkan di daerah baru bisa terealisasi tahun depan.
 
Sementara total anggaran tersebut dibutuhkan untuk pembangunan batu grib serta pemecah ombak karena penanganan abrasi tidak lagi cukup dengan penumpukan karung-karung berisi pasir saja.
 
Secara umum, pemerintah setempat telah memberikan bantuan semaksimal mungkin, namun memang anggaran itu sendiri yang tidak memadai untuk memaksimalkan penanganan," ungkap Erisman.
   
"Terdapat sebanyak 119 rumah warga di Kota Padang terkena dampak abrasi yang terjadi sejak tanggal 3 hingga 9 Juni 2016 ,yakni 6 rumah di Kecamatan Padang Selatan, 52 unit di Padang Utara, 49 rumah di Kelurahan Gates Nan XX.
   
Sedangkan di Kelurahan Pasie Nan Tigo sebanyak 12 unit rumah yang terdiri dari empat rumah rusak berat dan delapan unit rumah rusak berat, " jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Padang Rudi Rinaldy

Rudi menyebutkan pihaknya saat ini telah menyalurkan bantuan 3.500 karung berisi pasir untuk membuat penahan ombak guna mengatasi abrasi di wilayah tersebut. "Kami telah melakukan penyaluran karung lebih dari 500 karung pada tiap wilayah dan akan diisi pasir oleh masyarakat sebagai penahan ombak sementara," pungkasnya.(M7)
 
Top