N3, Pasaman ~ Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman, MP didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat H.Nasrul Abit menghadiri kegiatan panen raya Jagung lntegrasi Kelapa Sawit di Nagari Koto Baru, Kec.Luhak Nan Duo, Kab.Pasaman Barat.
 
Dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia di Pasaman Barat hari ini juga didampingi oleh Dirjen Perkebunan Kementan RI, Dirjen Tanaman Pangan dan Holtikultura, Danrem 032 Wirabraja Sumatera Barat, Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Barat, dan disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat beserta jajarannya di lokasi kegiatan panen raya berlangsung.
 
Dalam sambutannya Bupati Pasaman Barat Syahiran mengatakan,"Luas wilayah Pasaman Barat adalah 3.88 km2. Khusus untuk lahan pertanian  13.100 ha dan perkebunan 193.000 ha.Sementara sasaran panen pada tahun 2016 adalah 31.058 ha. Komoditas pertanian di Pasaman Barat adalah jagung, padi, jeruk, sawit dan perikanan. Tanaman jagung biasanya ditanam dilahan kering, sawah, termasuk tumpang sari pada lahan kelapa sawit. Dari pengalaman empiris, produktivitas jagung pada lahan kelapa sawit rata-rata 4 ton/ha."
 
Syahiran juga mengungkapkan bahwa masih ada juga penyebaran bibit bibt jagung palsu yang mengakibatkan kerugian besar bagi produksi  jagung di Sumatera Barat. Selain itu juga masih kurangnya alat alat Penunjang dalam memproduksi hasil pertanian serta perkebunan. Beliau berharap dengan berbagai kendala yang dihadapi oleh para petani dapat terus menjadi perhatian bagi Menteri Pertanian.
 
"Kami sangat berterima kasih kepada bapak menteri yang telah memfasilitasi penyediaan anggaran untuk pelaksanaan peremajaan kelapa sawit masyarakat dengan cara integrasi dengan jangung dan tanaman lainnya." Ucap Syahiran.

Selanjutnya Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam sambutannya mengatakan,"komoditi kelapa sawit merupakan salah satu komoditi penting di Sumbar yang telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap peningkatan pendapan petani, penyerapan tenaga kerja, sumber devisa bagi Sumbar. Luas tanaman sawit di Sumbar pada tahun 2014 mencapai 390.380 ha dengan produksi 1.152.187 ton, dari luasan tsb sekitar 30% perlu dilakukan peremajaan tanaman mengingat umur sawit yang sudah tua diatas 35 tahun sehingga produksinya sudah tidak ekonomis lagi."
 
"Dalam hal ini kita juga membutuhkan ketersediaan bibit unggul kelapa sawit yang bersertifikat. Setidaknya utk dipasaman barat saja akan dibutuhkan 3 juta batang bibit unggul dengan kebutuhan dana sekitar 120 milyar. Kami menyadari bahwa utk pembiayaan sebesar ini tidak mungkin hanya didanai oleh kabupaten atau provinsi saja, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak termasuk pemerintah pusat." Jelas Nasrul Abit.
 
Beliau juga berpesan kepada petani atau pengurus kelompok tani agar areal tanaman kelapa sawit tidak dibiarkan kosong tanpa Ditanami apa apa selain sawit guna proses peremajaan kelapa sawit tersebut.
"Manfaatkanlah sebaik baiknya lahan tersebut untuk dikelola dan ditanami dengan tanaman jagung ataupun padi sehingga lahan tersebut masih menghasilkan pendapatan yang dapat membiayai kehidupan sehari hari" Pesannya.
 
Selanjutnya Menteri Pertanian RI Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman, MP dalam sambutannya mengatakan,"Kita baru saja melihat hasil integrasi jagung dengan sawit, hasilnya sangat luar biasa. Untuk itu kita canangkan hari ini, jumat tanggal 27 mei 2016 gerakan integrasi jagung sawit seluruh Indonesia 1 juta hektare. Bapak Bupati tidak usah ragu, proposalnya belum dibaca sudah direalisasikan, begitu cara kerja kita."
 
Mentan RI juga menegaskan,"Pak Danrem, Pak Kapolres, Pak Kajari, tolong para penyebar bibit palsu itu di kejar, tangkap, penjarakan mereka. Petani harus dilindungi."Tegasnya.
 
"Kami juga berterima kasih kepada bapak ibu para petani, tahun ini import kita turun 50% berkat kerja keras bapak ibu semua. Program tahun depan kami sudah diskusikan dengan gubernur dam wagub, kami akan maksimalkan aliran sungai, kita pasang pompa kita angkat untuk bisa mengairi area pertanian kita. Kami tunggu proposalnya kami akan anggarkan untuk tahun depan."jelas Andi Arman. Dimas
 
Top