N3, Padang - Tak terima anaknya MA (7) dianiaya teman sekelasnya di SD Agnes Theresia,  Malinda Rose, anggota komisi IV DPRD Padang melapor ke pihak kepolisian. Dirinya, melaporkan kasus tersebut, karena merasa keselamatan  anaknya terancam dan menilai pihak sekolah lalai dan  telah  lepas tanggungjawab atas kasus tersebut.

Dalam laporannya bernomor, LP/580/K/2016/SPKT I, Kamis (28/4) 2016 itu, Malinda Rose melaporkan dua siswa SD Agnes Theresia , jalan Gereja, Kecamatan Padang Barat sebagai pelaku, dengan inisial "GM" (6)dan kawannya inisial "T" (7), dengan tuduhan telah melakukan penganiayaan secara bersama terhadap MA (7), hingga mengakibatkan sejumlah luka memar di bagian punggungnya.

Kepada petugas Kepolisian yang menerima laporannya, Mailinda menceritakan kronologis kerjadian peristiwa. Katanya, kejadian berawal saat anaknya dan terlapor sama sama belajar di SD Agnes Theresia, Kamis (28/4) lalu,

Pelaku melakukan penganiayaan terhap korban dengan cara mendorong korban, lalu memukul bagian punggung korban dengan menggunakan penggaris besi (rol) sebanyak dua kali.

Sepulang sekolah, setelah sampai di rumah, Mailinda membuka baju anaknya, dia heran karena melihat sejumlah luka memar di bagian punggung anaknya. Mailinda Rose mencoba menanyakan kepada anaknya apa yang terjadi. Anaknya yang masih begitu polos menjawab dia telah dipukul kawannya di sekokah. 

Mailinda merasa kecewa karena pihak sekolah tidak tau persoalan tersebut. Menurutnya,  pihak sekolah tidak melakukan pengawasan secara maksimal terhadap siswanya, hingga mengakibatkan anaknya menjadi korban penganiayaan.

Atas kejadian itu,  Malinda Roses yang merasa tidak senang dan melaporkan  perbuatan terlapor ke Mapolresta Padang, dengan harapan pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus tersebut sesuai dengan hukum dan perundang undangan yang berlaku.

Mailinda rose juga mengaku telah mendatangi pihak sekolah, dengan harapan pihak sekolah mempertanggungjawabkan kasus tersebut. Namun dia merasa tanggapan pihak sekolah malah tidak menyenangkan.

"Seharusnya pihak sekolah mencoba membantu menyelesaikan persoalan ini. Apalagi, kejadian masih dalam jam pelajaran dan itu masih dalam tanggungjawab pihak sekolah. Tapi malah saya sendiri yang disuruh pihak sekolah untuk menanyakan langsung kepada kedua terlapor. Mana tanggungjawab sekolah?" ungkap Malinda Roses dihadapan wartawan, Selasa (24/5).

Yang lebih membuatnya kecewa, ketika dia memperlihatkan luka anaknya, pihak sekolah malah menyebut bekas luka yang ada dipunggung anaknya itu bukan karena penganiayaan akan tetapi karena penyakit kulit, bahkan pihak sekolah menyuruhnya untuk mengecek kulit anaknya ke dokter.

"Seharusnya, pihak sekolah ikut menyelesaikan masalah ini dengan mengundang orang tua yang bersangkutan agar kejadian ini tidak terulang lagi, tapi itu tidak dilakukan, dan inilah yang membuat saya bertambah kecewa," ungkapnya. M7
 
Top