N3, Padang ~ Bertepatan pada tanggal 7 Agustus 2015, DPRD Kota Padang melakukan rapat Paripurna Istimewa dalam rangka menyambut hari jadinya Kota Padang yang ke 346 Tahun 2015. 

Ketua DPRD Kota Padang H. Erisman Chaniago yang membuka resmi rapat tersebut dalam menyampaikan permintaan maafnya karena berhubungan dalam suasana lebaran 1436 h, maka atas nama seluruh anggota dprd kota padang mohon maaf lahir dan bathin  atas segala kekilafan  dan kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja  kepada seluruh warga kota padang pada umumnya dan khususnya para undangan yang hadir pada hari ini. 

Kita menyadari, setiap tahunnya pada tanggal 7 Agustus kita memperingati hari jadi kota Padang dalam rapat paripurna istimewa dewan perwakilan rakyat daerah kota Padang dan hari ini kita memperingati hari jadi kota Padang yang ke 346 tahun, di gedung dprd kota Padang yang dikenal juga dengan gedung bundar atau gedung bulat, jika di kota Bandung dikenal dengan konfrensi meja bundar maka di kota Padang kita mengenal gedung bundar yang memiliki makna dan nilai yang sangat tinggi bagi warga kota.

Dalam kesempatan ini marilah kita sejenak  merenungkan dan merefleksi perjuangan rakyat kota Padang pada khususnya dan sumatera Barat pada umumnya 346 tahun yang lalu, dimana perjuangan ini merupakan bagian dari proses perjalanan sejarah rakyat Kota Padang yang cukup panjang dalam menentang kekuasaan penjajahan hindia belanda yang puncaknya dengan melakukan penyerangan loji-loji belanda yang berada di sekitar pelabuhan muara padang  pada tanggal 7 Agustus tahun 1669 m. 

Perjuangan kita saat ini tentu tidak sama dengan para pendahulu kita yaitu merebut kemerdekaan. Perjuangan yang kita lakukan saat ini adalah untuk mengisi kemerdekaan dalam bentuk mensejahterakan masyarakat khususnya warga kota padang dengan melakukan pembangunan di segala bidang. Dengan semangat dan spirit perobahan ke arah yang lebih baik, kita berharap dan berdoa semoga padang tahun ini lebih baik dari tahun yang kemaren dan tahun esok lebih baik dari tahun ini.

Sesuai dengan visi kota padang walikota dan wakil Walikota Padang terpilih masa bakti 2014 – 2019 yaitu : “ mewujudkan kota Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang sejahtera, religius dan berbudaya”. dimana rencana pembangunan jangka menengah  pembangunan kota padang tahun 2014 – 2019, saat ini sedang dalam proses penyusunan seperti ;  

Bidang Ekonomi, secara umum telah menggambarkan pertumbuhan yang baik kinerja perekonomian kota padang sampai tahun 2015 ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup berarti dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,65 %.  Angka tersebut mengalami peningkatan 0,33 % jika dibandingkan dengan capaian yang diperoleh tahun 2014 sebesar 6,32 %.  

Kenaikan tersebut terjadi pada sektor perdagangan, transportasi dan komunikasi, sektor hotel dan restoran, sektor industri pengolahan, sektor keuangan, persewaan dan jasa. Ini membuktikan bahwa rate pertumbuhan ekonomi kita terus tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Bidang Pendidikan, telah banyak perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, yang merupakan bantuan dari berbagai pihak teermasuk peningkatan dalam mutu pendidikan. dprd kota padang melalui ranperda inisiatifnya juga telah melahirkan produk hukum di bidang pendidikan yaitu peraturan daerah kota padang nomor 5 tahun 2010 tentang penyelenggaraan pendidikan. dengan demikian kita berharap aktivitas pendidikan dapat berjalan dengan lebih baik dan dapat mensukseskan wajib belajar 12 tahun.

Bidang Keagamaan, terus meningkat baik melalui didikan subuh, wirid remaja, pesantren ramadhan dan kegiatan majelis ta’lim serta seni baca tulis al quran dan pembangunan di bidang agama lainnya. khusus untuk baca tulis alquran telah mempunyai payung hukum tersendiri yaitu peraturan daerah kota padang  nomor 6 tahun 2003 tentang pandai baca tulis alquran bagi peserta didik sekolah dasar dan ibtidaiyah. begitupun dalam pengelolaan zakat juga telah diatur dengan peraturan daerah kota padang nomor 2 tahun 2010 tentang pengelolaan zakat.

Pembangunan Infrastruktur juga mengalami pertumbuhan yang cepat. selain itu pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi ini juga dilakukan pemindahan pusat pemerintahan kota padang. kebijakan pemindahan pusat pemerintahan ini secara normatif telah dituangkan dalam peraturan pemerintah nomor 26 tahun 2011.

Konsekwensi dari re-orientasi pembangunan tersebut tidak lain adalah kesiapan kita dalam segi anggaran. Alhamdulillah berkat dukungan pemerintah pusat dan pemerintah propinsi , maka pemerintah kota padang bersama dprd telah menyiapkan segala sesuatu walau dengan segala keterbatasan yang kita miliki. 

Tidak bisa kita pungkiri bahwa disamping keberhasilan yang telah diraih  masih banyak persoalan – persoalan yang masih belum dapat kita selesaikan dengan baik seperti masalah pasar raya, pedagang kaki lima, parkir,  bantuan gempa, terminal, kemacetan, cafe-cafe ceper dan persoalan klasik lainnya dari sebuah kota besar. 

Untuk itu perlu kerja keras dari kita bersama antara pemko, dprd, dan warga kota untuk mengatasi berbagai persoalan di atas dengan arif dan bijaksana, sehingga akan mempercepat pembangunan dan pada akhirnya dapat mewujudkan kehidupan warga kota padang yang aman, adil dan sejahtera. Bukan malah sebaliknya menciptakan kondisi kota yang tidak kondusif dengan statemen-statemen, pola pikir dan perilaku yang tidak sejuk dan damai sehingga berakibat semakin keruhnya persoalan yang ada dan menghambat rencana pembangunan yang ada.

Sesuai dengan fungsinya, DPRD merupakan bagian dari unsur pemerintahan  daerah dengan tugas pokok dan fungsi  utama yaitu  legislasi, budget dan pengawasan.

Di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi utama diatas oleh dprd, tentu sangat diharapkan partisipasi aktif seluruh komponen kota sehingga  bisa berhasil dan berdaya guna untuk kepentingan dan kesejahteraan kita bersama. Jangan biarkan kami sendiri, jangan biarkan kami bekerja sendiri, karena kami juga adalah manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan dan kelemahan yang ada.

Terakhir kami menghimbau kepada pemerintah kota dan seluruh warga kota agar peringatan hari jadi ini bukan hanya sebatas kegiatan rutin tahunan saja tetapi yang lebih penting adalah merupakan evaluasi terhadap hasil kerja tahun yang lalu, baik dalam bentuk keberhasilan yang telah diperoleh maupun hal-hal yang belum dapat diselesaikan dengan baik. Sekaligus memotivasi masyarakat untuk berperan serta membangun kota, ucap Erisman mengakhiri. **
 
Top